• 20

    Feb

    Baca Dong! Generasi Muda Mengulas Politik

         Momentum Pemilihan Gubernur 2017 sebagai pesta demokrasi akbar bagi warga DKI Jakarta menawarkan harapan baru kepada segala kalangan di ibukota. Masyarakat berhak memilih pemimpin terbaiknya, begitupun para calon gubernur dan wakilnya berhak merebut hati rakyat untuk duduk sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. Kerumitan permasalahan ibukota sudah tentu menjadi hal utama yang harus segera dibenahi oleh Gubernur terpilih kelak. Untuk itu, suara masyarakat turut menjadi penentu dalam keberhasilan kepemimpinan kepala daerahnya dalam setiap isu dan aspek kehidupan, sehingga sangat perlu didengar oleh pemimpinnya.      Bicara
  • 11

    Feb

    Wawancara untuk Menggali Sumber Berita

           Kamis , 9 Februari 2017, diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Tahun ini kegiatan dipusatkan di Kota Ambon, Maluku, yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Seiring dengan perjalanan panjang pers nasional yang berperan maka berita hadir sebagai produk jurnalistik yang hanya bisa lahir dari fakta-fakta di masyarakat. Dibalik fakta-fakta itu tentu ada aktornya. Untuk kelahiran sebuah produk jurnalistik yang sehat, jurnalis harus mampu membuat si aktor bicara. Cara efektif untuk itu, tidak ada lain, kecuali dengan jalan melakukan wawancara.        Dalam aktifitas jurnali
  • 7

    Feb

    Pijak Kaki Bumi

    Pikir mata, sumbat indra tak mau Ingin kobarkan api, tapi tak berair   Jantan lantang tahan ranting besar Anak daun pun tak akui rantingnya Kalah ia dalam larutan minyak dan air   Ketika ujung hidung tak terlihat mata Akankah semua masih bisa berubah?   Tingkah yang bertopeng belaka Akhirnya tersirat nanah   Ingat… ! Hidup kan berakhir   Sampai pada dentingan Euforia Tuk lapangkan kemenangan   Hingga dua telapak tangan yang bicara   Bingkai-bingkai kaca pun tlah robek wajah lawan Untuk pengakuan yang tak mau mengalah   Miskin dan kaya apalah beda… . Ingat …. ! Masih perlukah kita sombong?
  • 25

    Dec

    Sepucuk Surat Untuk Mama

    Jakarta, 22 Desember 2016 Dear Mama,             Mungkin ini surat pertama yang ku tulis untukmu. Meskipun telah 27 tahun aku menjadi anakmu. Betapa malunya aku ketika dirimu telah memberikanku banyak kasih sayang, namun aku hanya mampu mengungkapkan kasih sayangku ini pada sebuah surat. Mama, 27 tahun yang lalu, kau mengeluarkan aku dari rahimmu dengan pertaruhan nyawa. Saat ku lapar dan haus, engkau menyuapiku makan dan minum. Saat dingin menerpa, engkau hangatkan suasana penuh keceriaan. Saat ku menangis, engkau menenangkanku dalam dekapmu. Saat ku mulai belajar merangkak, engkau dengan sabar menjaga setulus hati. Saat ku mulai belajar bicara, engkau dengan sabar mengenalkan bahasa tutur kata. Saat ku mulai berjalan dan melangkah,
-

Siapa Aku?

Achmad Humaidy
@my.name.is.meidy
myeksis@gmail.com

Aku ingin selalu menulis apapun itu. Tidak pernah takut tulisanku tidak dibaca orang, yang penting tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna. http://perjalananhidupseorangachmadhumaidy.blogspot.co.id/ & http://www.kompasiana.com/achmadhumaidy

Follow Me

Search

Recent Post