Potret IKKON 2017

27 Jul 2017

    Tim IKKON Belu 2017 didampingin oleh mentor Iwan EsJePe

   

     Kekayaan Indonesia yang beragam memiliki tantangan tersendiri bagi generasi milenial. Banyak potensi yang bisa digali bersama masyarakat lokal untuk saling berkolaborasi hingga mendapat manfaat berkelanjutan untuk lintas generasi. Maka, program IKKON pun dimunculkan sebagai bentuk konkret lebih dalam untuk menemukan potensi-potensi tersembunyi di berbagai kota di Indonesia.

 

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf), Bapak Triawan Munaf

    IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara) 2017 sedang berlangsung di 5 kota besar potensial di Indonesia. Sebagai program kerja unggulan dari Badan Ekonomi Kreatif, tahun ini program IKKON akan menjangkau Kota Bojonegoro, Banyuwangi, Banjarmasin, Toraja Utara, dan Belu untuk menjadi sasaran pengembangan industri dengan inovasi yang dilakukan oleh para pelaku kreatif.

    Sebagai program inspiratif yang masuk tahun kedua, para pelaku kreatif yang terlibat dalam program IKKON 2017 lebih bervariasi. Ada antropolog, arsitek, desainer produk, desainer tekstil, desainer fashion, desainer grafis, manajer lapangan, penasihat bisnis, spesialis media, fotografer, dan videografer. Mereka telah dibentuk menjadi tim dan siap dikirim ke kota yang telah ditentukan berdasarkan hasil assessment yang sudah dilalui dalam tahap seleksi.

    Para pelaku kreatif akan mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (PemDa) setempat untuk berkarya. Dalam jangka waktu 5 bulan, mereka memulai kolaborasi nyata yang didampingi oleh para mentor untuk masing-masing kota. Mulai dari penyatuan ide, survei daerah (problem mapping process), penggabungan potensi-potensi lokal, pembuatan konsep sekaligus proses desain hingga membentuk prototype karya sampai dengan pameran. Dalam proses kerja kreatif, para peserta IKKON 2017 akan live in sehingga mampu berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif lokal berbasis komunitas yang sudah ada di masing-masing kota.

 

 

 

 

        Untuk mencari ide dan inspirasi, salah satu Tim IKKON 2017 telah menyelesaikan perjalanan riset di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tim ini mulai menyulam benang merah untuk mengungkap surga di perbatasan. Dengan tema bernafaskan surga, tim ini mulai membuka khasanah tentang Belu dengan segala potensi alam dan budaya yang melimpah. Kolaborasi tim diharapkan mampu mengenalkan Belu dari kacamata berbeda sehingga tim ini mampu menjadi inisiasi agar program atau karya yang dihasilkan bisa menjembatani antara Pemerintah Daerah, swasta, akademisi, pengrajin atau desainer Lokal, keuskupan (pemuka agama), dan masyarakat lokal setempat.

 

Perwakilan BeKraf, Mentor, dan Sterring Commitee disambut oleh Bupati Belu dan Kepala Dinas Pariwisata

Tim IKKON Belu sedang mendengar arahan di Rumah Jabatan Bupati Belu, Bapak Willy

 

       Nantinya, terobosan IKKON 2017 secara keseluruhan akan menjadi tolak ukur pencapaian dari program tahun lalu dan yang akan datang. Semoga saja program ini mampu memberikan nilai tambah dari penciptanya karena akan ada apresiasi untuk membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan. Akhirnya, industri ekonomi kreatif akan jadi tulang punggung ekonomi Indonesia sehingga bukan hanya sebatas harapan belaka jika program ini dilakukan secara bersama-sama untuk kemajuan potensi nusantara yang ada.

    

 

 

 

Seperti apa cerita-cerita tentang IKKON lainnya? Nantikan segera*

 

 

 

 

 

 

 

Bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Bapak Johanes Andes


TAGS IKKON ekonomi Kreatif Inovatif Potensi Kota Tapal Batas wisata Belu Nusa Tenggara Timur Indonesia


-

Siapa Aku?

Achmad Humaidy
@my.name.is.meidy
myeksis@gmail.com

Aku ingin selalu menulis apapun itu. Tidak pernah takut tulisanku tidak dibaca orang, yang penting tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna. http://perjalananhidupseorangachmadhumaidy.blogspot.co.id/ & http://www.kompasiana.com/achmadhumaidy

Follow Me