• 6

    Apr

    Penat

    Aku suka ramai Aku selalu sendiri   Enyah tergopoh dalam lambat   Masa depan pun terkunyah begitu pekat   Takdir Entah kenapa seperti ini   Beda dan terasing   Bingar berjalan antara kerumunan Kesibukan mereka seolah lebih berarti   Lagi dan lagi Aku hanya bersahabat dengan sepi   Ah, sekali lagi rasa ini terasa mati   Sudah pernah coba bunuh diri, Tapi masih gagal tuk kesekian kali   Naluri kabur juga menghantui Tetap saja hati tak bisa dibohongi   Aku pun iri Lihat mereka penuh warna-warni   Entah sampai kapan seperti ini   Aku, Sunyi, dan Kini
  • 7

    Feb

    Pijak Kaki Bumi

    Pikir mata, sumbat indra tak mau Ingin kobarkan api, tapi tak berair   Jantan lantang tahan ranting besar Anak daun pun tak akui rantingnya Kalah ia dalam larutan minyak dan air   Ketika ujung hidung tak terlihat mata Akankah semua masih bisa berubah?   Tingkah yang bertopeng belaka Akhirnya tersirat nanah   Ingat… ! Hidup kan berakhir   Sampai pada dentingan Euforia Tuk lapangkan kemenangan   Hingga dua telapak tangan yang bicara   Bingkai-bingkai kaca pun tlah robek wajah lawan Untuk pengakuan yang tak mau mengalah   Miskin dan kaya apalah beda… . Ingat …. ! Masih perlukah kita sombong?
-

Siapa Aku?

Achmad Humaidy
@my.name.is.meidy
myeksis@gmail.com

Aku ingin selalu menulis apapun itu. Tidak pernah takut tulisanku tidak dibaca orang, yang penting tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna. http://perjalananhidupseorangachmadhumaidy.blogspot.co.id/ & http://www.kompasiana.com/achmadhumaidy

Follow Me